Prinsip, Manajemen, dan Tips ASIP ala Mommy Una

Dalam rentang waktu terakhir ini, saya memiliki banyak keponakan baru, baik dari teman, kolega, ataupun saudara saya.  Senangnya Una dan Ade memiliki banyak saudara baru. Beberapa mama dan ayah baru ini menghubungi saya, berdiskusi tentang ASI dan manajemennya. Mulai dari pompa apa yang saya gunakan, bagaimana cara memberikan ASIP (Asi Perah) ke bayi, dan sebagainya. Saya suka, semakin banyak Ibu/Ayah yang memiliki komitmen untuk memberikan ASI ke bayinya. Saya bukanlah orang yang fanatik untuk tidak memberikan susu formula ke bayi, anak saya selepas 1,5 tahun sesekali minum susu sapi dan olahannya kok. Tapi dibawah 1,5 tahun saya memang keras kepala untuk memberikan ASI saja kepada kedua putri saya (bukan anak orang lain ya, hehehehe).

Saya tekankan, saya bukanlah konsultan ASI, saya juga bukan pakar, saya tidak memiliki lisensi di bidang kesehatan dan per-ASI-an. Saya hanyalah ibu bekerja dengan dua putri yang kedua krucil saya ini adalah bayi ASIP selama jam kerja saya. Yang saya tulis ini hanyalah berdasarkan apa yang pernah saya baca dan pengalaman saya bersama dua putri saya selama ber-ASIP ria.

Prinsip ASI:

  • ASI itu “based on demand“. ASI diproduksi berdasarkan permintaan yang dikirim oleh tubuh ke otak. Permintaan ini salah satunya didefinisikan oleh otak dari seringnya bayi menghisap payudara ibu. Jadi bagi bayi yang baru lahir ijinkan dia mengisap payudara ibu sesering mungkin untuk merangsang produksi ASI. Dan satu lagi, yang sering dikhawatirkan oleh Ibu/Ayah baru adalah sedikitnya produksi ASI di awal kelahiran, yang menyebabkan Ibu/Ayah panik, takut bayinya kurang asupan makanan. ASI sedikit di awal kelahiran memang hal yang wajar, semakin sering dihisap bayi produksinya pasti akan semakin meningkat. Dan kebutuhan makanan bayi baru lahir sedikit kok.
  • Ibu ASI “jangan stress“, karena produksi sangat bergantung kepada mood ibu. Jadi disini peran keluarga terutama Ayah sangat penting untuk mendukung 100% kegiatan per-ASI-an si Ibu. Komunikasikan segala hal bersama keluarga. Dan ingat ibu yang baru melahirkan rentan kena baby blues, yang berdampak kepada psikologis si Ibu.
  • Ibu ASI “tidak ada pantangan makanan“, boleh minum/makan apa saja, asal tidak berlebih dan tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI. Yang bisa mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI misalnya alkohol, kafein, dan nikotin. Saya tidak ada pantangan makan selama menyusui selama itu makanan sehat. Dan dengan mengenalkan berbagai jenis makanan sehat sedari menyusui (sedari hamil malah sebenarnya) akan mempermudah Ibu/Ayah nanti selama masa MPASI, karena anak sudah mengenal rasa makanan sehat sejak bayi.
  • Ibu ASI “boleh minum loloh/ekstrak daun katuk” (Bali: don kayu manis) atau jenis olahan daun katuk lainnya. Karena daun katuk mengandung zat yang merangsang peningkatan produksi ASI. Daun katuk adalah booster ASI paling ampuh bagi saya. Dan kedua putri saya, sejak bayi (MPASI) hingga sekarang terbiasa minum loloh daun katuk.

—-

Manajemen ASIP:

  • Jika memang berniat untuk menyiapkan ASIP bagi bayi untuk Ibu yang bekerja, bisa dimulai sedini mungkin, karena saat sudah mulai bekerja stok ASIP biasanya akan cepat menyusut. Dan ingat di awal-awal kegiatan pumping jangan terlalu berfokus kepada berapa ml ASIP yang di dapat, karena pumping awal adalah masa latihan dan umumnya akan sedikit mendapatkannya.
  • Pumping tengah malam atau menjelang pagi umumnya akan mendapatkan ASIP lebih banyak.
  • Tutup rapat botol ASIP jika sudah mencapai volume yang diinginkan. Saran saya sih 100-120 ml itu sudah banyak untuk sekali minum bayi.
  • Jika memakai botol ASI kaca, jangan pernah isi botol hingga penuh, karena ASIP beku volumnya bertambah. Kalau diisi penuh, nanti tutupnya terlepas.
  • ASIP beku yang tutupnya lepas, sebaiknya jangan diberikan ke bayi.
  • Setelah pumping, biasanya ASIP masih hangat, jangan langsung dimasukkan ke frezer, tapi letakkan dulu sekitar 15 menitan di kulkas biasa, jika sudah dingin baru dimasukkan ke frezer.
  • Untuk memberikan ASIP yang sudah sempat dibekukan kepada bayi, teknisnya keluarkan sejumlah ASIP sesuai kebutuhan bayi dari frezer, dan letakkan di kulkas biasa dari kemaren malam, biarkan ASIP beku tersebut mencair secara perlahan. Jika menjelang akan dihangatkan belum sepenuhnya ASIP beku ini mencair, bisa siram ASIP beku ini di bawah keran yang mengalir. Setelah cair sepenuhnya, masukkan ASIP ini ke botol yang akan dipakai minum oleh bayi, dan hangatkan dengan merendam dalam air panas atau menggunakan bottle warmer. Jangan menaruh ASIP dalam air mendidih di atas api yang menyala. Jika kehangatan ASIP sudah sesuai (40 derajat biasanya), berarti ASIP sudah siap diberikan kepada bayi.
  • ASIP yang¬† sudah sempat diberikan kepada bayi tidak boleh didinginkan atau dibekukan kembali.
  • ASIP cair (baik yang dari beku atau hasil perah) yang disimpan dikulkas tidak boleh diberikan ke bayi jika lewat dari 24 jam
  • ASIP beku dengan frezer bersih yang jarang dibuka tutup dan daya stabil umumnya tahan selama 6 bulan

Jadi, intinya ASIP “tidak boleh mengalami peningkatan/penurunan suhu yang drastis”,

—-

Tips Memberikan ASIP:

  • Biasanya bayi ASI yang sedari awal memang menghisap payudara ibu tidak akan mau minum ASIP dari ibunya langsung, karena bayi mengenali ibunya dari bau ibunya. Jadi selama ada ibu maunya minum ASI langsung saja. Seperti saya, saya tidak terampil memberikan ASIP ke bayi saya, karena kalau bersama saya meraka minum ASI langsung. Kakek Una jauh lebih terampil memberikan ASIP ke Una dan Ade, karena selama saya tinggal kerja, mereka minum ASIP bersama kakeknya.
  • Saat awal pertama memberikan ASIP, biasanya saya pergi dari rumah, uji coba apakah bayi saya OKE dengan ASIP, dalam artian mereka mau minum ASIP bersama kakeknya. Di hari pertama, bayi saya menolak ASIP biasanya, dan saya siap on call untuk pulang (saya masih status cuti kerja). Tapi karena kekonsistenan waktu dan mereka kelaparan, akhirnya bayi saya mau berkompromi dan meminum ASIPnya. hehehe… Kuncinya konsisten dan jangan gampang menyerah baik dari ibu dan yang mengasuh.

 

Hmmmm… Apa lagi ya… Segitu dulu ya Ibu/Ayah… Nanti kalau inget saya tambahkan lagi… Semoga Bermanfaat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.