Amankah Jika Terlalu Sering Menggunakan Scrub Wajah?

scrub-wajah

Scrub wajah biasa dilakukan ketika ingin mendapatkan hasil yang optimal pada penggunaan masker wajah. Dengan melakukan scrubbing, sel-sel kulit mati dan kotoran penyumbat pori akan mudah diangkat atau dilepaskan dari permukaan kulit, sehingga penggunaan masker wajah untuk menutrisi jaringan kulit wajah akan semakin optimal. Idealnya penggunaan masker wajah memang dilakukan minimal satu minggu sekali, namun demikian mungkin yang menjadi pertanyaan adalah amankah terlalu sering menggunakan scrub wajah?

Menurut berbagai sumber, serangkaian data dan fakta di bawah ini mungkin bisa menjawab pertanyaan mengenai amankah terlalu sering menggunakan scrub wajah, yaitu:

  • Pada dasarnya prinsip scrubbing adalah mengangkat sel kulit yang telah mati ataupun kotoran yang menyumbat pori-pori kulit, namun scrubbing ini akan memicu kulit menjadi lebih tipis akibat permukaan jaringan kulit wajah yang semakin terkikis. Akibat yang bisa terjadi adalah kulit rentan mengalami iritasi akibat elastisitas kulit yang makin berkurang.
  • Rasa pedih, perih dan seperti terbakar ketika tersengat sinar matahari merupakan pertanda bahwa jaringan kulit telah mengalami peningkatan sensitifitas terhadap panas dan cahaya sehingga jaringan kulit menjadi mudah terbakar atau mengalami inflamasi yang ditandai dengan warna kemeraan dan terasa nyeri atau pedih ketika diraba. Apabila hal ini dibiarkan, kulit akan mudah mengalami infeksi terhadap serangan bakteri ataupun jamur yang dapat merusak kulit.
  • Peningkatan sensitifitas kulit ini disebabkan makin tipisnya lapisan permukaan kulit. Kulit akan lebih peka terhadap apapun, bahkan bisa jadi kulit wajah akan terluka atau timbul rasa perih ketika mengusap wajah menggunakan handuk yang kering atau sekedar menyeka wajah menggunakan punggung tangan.
  • Resiko kanker kulit. Iritasi dan inflamasi pada permukaan kulit yang dibiarkan tanpa penanganan akan dapat memicu terjadinya perubahan pigmentasi pada kulit wajah. Perubahan pigmentasi yang terjadi bisa saja disebabkan oleh terjadinya kelainan regenerasi sel kulit dan akhirnya bisa memicu terjadinya kanker kulit.

Satu hal penting yang hendaknya selalu diingat adalah memang penting menjaga dan mempertahankan kecantikan fisik, namun yang lebih penting adalah menjaga dan mempertahankan kecantikan batin yang tak akan lapuk oleh waktu.

Semoga bermanfaat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.